- Review Jurnal 1
Judul
|
PENGGUNAAN KOMUNIKASI FATIS DALAM PENGELOLAAN HUBUNGAN DI TEMPAT KERJA
|
Jurnal
|
Jurnal komunikasi bisnis
|
Volume & Halaman
|
Volume 5, Nomor 1
|
Tahun
|
2014
|
Penulis
|
Sari Ramadanty
|
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Penggunaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal yang bersifat Komunikasi Fatis dalam membangun hubungan serta mengembangkan hubungan di tempat kerja. Penelitian ini juga melihat Pengelolaan hubungan pada konteks Komunikasi Organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi mengenai peranan komunikasi verbal dan nonverbak dalam konteks komunikasi fatis serta bagaimana membangun hubungan secara interpersonal yang terjadi di tempat kerja.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah suatu perusahaan atau organisasi meliputi Karyawan dan karyawan,atasan dan bawahan dan sesame rekan kerja.
Metode Penelitian
Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
Langkah-langkah Terapi
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Kesimpulan atau Verifikasi,
Hasil Penelitian
Menurut penelitian yang dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dengan para informan, menunjukkan bahwa komunikasi fatis merupakan komuniksi yang sangat berperan dan penting dalam hubungan yang tercipta di tempat kerja. Komunikasi yang terjalin di tempat kerja sangat berbeda jika dibandingkan dengan komunikasi sehari-hari. Dalam komunikasi di tempat kerja, struktur yang mengikat profesi dan posisi atau jabatan seseorang sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Di tempat kerja, komunikasi interpersonal yang terjalin lebih kompleks dan dinamis dibandingkan dengan komunikasi interpersonal di lingkungan sosial seharu-hari.
Kekuatan Penelitian
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa wawancara sehingga jawaban yang diperoleh dapat ditanggapi secara jelas dan dapat menanyakan secara detail kepada informan.
Kelemahan Penelitian
Kelemahan penelitian ini adalah proses pengumpulan data cukup lama karena perlu waktu untuk mewawancarai responden..
Saran Reviewer
- Review Jurnal 2
Judul
PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PERGURUAN TINGGI
BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI (TIK)
Volume
Vol. 12 No. 1
Tahun
2011
Penulis
Etin Indrayani Dosen IPDN, Mahasiswa S3
Adpend UPI
Jurnal
Jurnal komunikasi bisnis
Tujuan penelitian
:
untuk meneliti sejauh mana sumbangan
efektivitas manajemen SIA (X1), budaya TIK (X2), ketersediaan fasilitas
TIK(X3), dan kualitas SDM SIA (X4) terhadap kinerja perguruan tinggi (Y).
Metode penelitian
:
deskriptif analitik, populasi
dalam penelitian ini melibatkan 22 perguruan tinggiyang ada di Kota Bandung yang mengadaptasikan TIK
dalam sistem administrasi akademiknya dan yang mengelola program strata-1
(S1)
Variabel
:
sumbangan efektivitas manajemen SIA (X1),
budaya TIK (X2), ketersediaan fasilitas TIK(X3), dan kualitas SDM SIA (X4)
terhadap kinerja perguruan tinggi (Y).
Metode pengumpulan data
:
angket yang telah teruji validitas dan
reliabilitasnya.
Alat analisis
:
data yang telah terkumpul dianalisa dengan
analisis deskriptif analitik, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan
analisis jalur atau path analysis.
Hasil penelitian
-
menurut manajemen lembaga,
semua variabel secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel Y sebesar 71,35%. Menurut dosen berpengaruh signifikan dengan
besarnya sumbangan sebesar 77,5%, dan menurut mahasiswa berpengaruh
signifikan sebesar 83,0%. Setelah dilakukan uji individual ternyata
variabel Ketersediaan Fasilitas TIK (X3) dan Kualitas SDM Sistem Informasi
Akademik (X4) yang berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Perguruan
Tinggi. Variabel efektivitas manajemen SIA (X1), dan Budaya TIK (X2), tidak berpengaruh
signifikan terhadap Kinerja Perguruan Tinggi (Y). Hal ini sejalan dengan Hal
ini sejalan dengan model kinerja dari Sutermeister (1976:45) yang menyatakan
bahwa produktivitas lembaga itu dipengaruhi oleh kinerja pegawai dan
teknologi. Unsur teknologi yang diwakili oleh variabel kelengkapan fasilitas
TIK.
Kelebihan
:
-
Memaparkan secara jelas dan lengkap
-
Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai
dengan standar pembuatan
penulisan Jurnal.
-
Kata yang digunakan juga dalam jurnal ini
bersifat baku dan sesuai dengan Kamus EYD Bahasa Indonesia.
-
Menyertakan Daftar Pustaka yang lengkap.
-
Pengembangan sistem informasi akademik yang
efektif, budaya TIK, ketersediaan Fasilitas TIK,dan Kualitas SDM SIA
memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kinerja lembaga secara umum.
Efektivitas manajemen SIA, Budaya TIK,Ketersediaan Fasilitas TIK, dan
Kualitas SDM SIA secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Perguruan
Tinggi pada semua kategori penilaian
baik menurut manajemen lembaga, dosen dan mahasiswa. Kualitas SDM SIA memberikan kontribusi pengaruh
yang paling dominan dibandingkan variabel-variabel lainnya pada pengelolaan
SIA PT dalam mempengaruhi kinerja perguruan tinggi. Kontribusi tidak langsung
efektivitas manajemen SIA memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja lembaga melalui variabel
SDM SIA. Hal ini mengambarkan bahwa aspek manusia memegang. peranan penting
dalam implementasi SIA terutama dalam menentukan kinerja lembaga meliputi
jumlah orang yang menangani sistem, pendidikan dan pengalaman yang mereka
miliki terkait dengan bidang yang mereka selenggarakan. Jika dicermati
kontribusi tidak langsung SDM SIA melalui variabel efektivitas manajemen SIA
terhadap kinerja perguruan tinggi bisa dikaitkan dengan kepuasan pengguna.
Ketika para pekerja puas terhadap sistem informasi dan mengintegrasikan
sistem informasi ke rutinitas mereka, maka sistem informasi menjadi efektif. Kepuasaan mereka ini
ditentukan oleh dua hal yaitu mutu sistem informasi dan mutu informasi. Mutu
sistem informasi mengacu pada kemudahan penggunaannya. Jika pekerja atau
pegawai menganggap suatu sistem informasi mudah digunakan maka sistem
informasi tersebut bisa dikatakan bermutu tinggi. Mutu informasi, disisi lain mengukur
derajat informasi yang dihasilkan sistem informasi akurat dan dalam format
yang dikehendaki oleh pengguna. Kontribusi kualitas SDM SIA melalui variabel
budaya TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja. Kompetensi
pekerja yang tinggi memberikan keyakinan bahwa pemanfaatan sistem informasi
berbasis TIK akan memberikan banyak kemudahan dalam menghasilkan layanan yang
berkualitas. Hal ini tentu akan semakin mendorong para pegawai semakin
termotivasi untuk meningkatkan kinerja melalui integrasi sistem dalam
pelaksanaan tugas dan semakin memunculkan kreativitas dalam menghasilkan
layanan-layanan yang bermutu kepada pengguna.
Kekurangan
:
Sedangkan sampel dosen, setelah diuji
secara simultan ternyata faktor manajemen SIA, budaya TIK, ketersediaan
fasilitas, dan kualitas sumber daya manusia
tidak signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini bisa dijelaskan dari konteks
subjektif bahwa kehadiran sistem informasi akademik hanya berdampak pada
sistem pelayanan pada mahasiswa/dosen/atau stakeholder yang tidak terkait
dengan implementasi kurikulum dimana produk akhirnya adalah capaian atas serapan
materi/substansi kurikulum yang disampaikan dosen dalam bentuk
prestasi akademik. Variabel efektivitas manajemen SIA yang diukur melalui parameter
perencanaan organisasi SIA, Implementasi SIA, monitoring dan
evaluasi,kualitas informasi yang dihasilkan serta kualitas sistem memberikan
kontribusi pengaruh secara
langsung terhadap kinerja lembaga
dikategorikan rendah. Pengaruh tidak langsung melalui variabel budaya TIK
justru memberikan kontribusi yang negatif. Hal ini mencerminkan bahwa
efektivitas implementasi SIA berbasis TIK mensyaratkan bahwa semua orang telah
dalam kondisi siap dalam hal ketrampilannya, sikapnya, persepsinya serta
iklim kerjanya. Apabila hal tersebut belum dipenuhi maka hal ini dapat
memberikan kontribusi yang negatif bagi kinerja lembaga. Hal ini sejalan
dengan pendapat Jasperson dkk (2005) bahwa apabila implementasi TIK yang
dijalankan lembaga kurang memperhatikan aspek budaya yaitu budaya baru
orang-orang ataupun organisasi karena kehadiran TIK dalam lingkungan mereka
maka hal ini akan mengakibatkan inefektivitas dan inefisiensi implementasi
TIK pada berbagai aspek manajemen terjadi. Efektivitas SIA dalam menunjang
kinerja lembaga akan berkurang kontribusinya jika fasilitas sarana dan
infrastruktur TIK tidak dalam kondisi yang memadai. Keterbatasan fasilitas
dan infrastruktur TIK pada beberapa perguruan tinggi yang dikaji terutama
disebabkan karena keterbatasan anggaran dalam memenuhi perangkat perangkat
pendukung yang dipersyaratkan. Investasi TIK dalam proses manajemen SIA
membutuhkan biaya yang banyak meskipun investasi TIK telah menjadi trend di
setiap organisasi saat ini. Beberapa perguruan tinggi masih dalam tahap awal
dalam implementasi TIK ini.
Tujuan Penelitian
|
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Penggunaan Komunikasi Verbal dan Nonverbal yang bersifat Komunikasi Fatis dalam membangun hubungan serta mengembangkan hubungan di tempat kerja. Penelitian ini juga melihat Pengelolaan hubungan pada konteks Komunikasi Organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi mengenai peranan komunikasi verbal dan nonverbak dalam konteks komunikasi fatis serta bagaimana membangun hubungan secara interpersonal yang terjadi di tempat kerja.
|
Subjek Penelitian
|
Subjek penelitian adalah suatu perusahaan atau organisasi meliputi Karyawan dan karyawan,atasan dan bawahan dan sesame rekan kerja.
|
Metode Penelitian
|
Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
|
Langkah-langkah Terapi
|
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Kesimpulan atau Verifikasi,
|
Hasil Penelitian
|
Menurut penelitian yang dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dengan para informan, menunjukkan bahwa komunikasi fatis merupakan komuniksi yang sangat berperan dan penting dalam hubungan yang tercipta di tempat kerja. Komunikasi yang terjalin di tempat kerja sangat berbeda jika dibandingkan dengan komunikasi sehari-hari. Dalam komunikasi di tempat kerja, struktur yang mengikat profesi dan posisi atau jabatan seseorang sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Di tempat kerja, komunikasi interpersonal yang terjalin lebih kompleks dan dinamis dibandingkan dengan komunikasi interpersonal di lingkungan sosial seharu-hari.
|
Kekuatan Penelitian
|
Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa wawancara sehingga jawaban yang diperoleh dapat ditanggapi secara jelas dan dapat menanyakan secara detail kepada informan.
|
Kelemahan Penelitian
|
Kelemahan penelitian ini adalah proses pengumpulan data cukup lama karena perlu waktu untuk mewawancarai responden..
|
Saran Reviewer
|
- Review Jurnal 2
|
Judul
|
PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PERGURUAN TINGGI
BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI (TIK)
|
|
Volume
|
Vol. 12 No. 1
|
|
Tahun
|
2011
|
|
Penulis
|
Etin Indrayani Dosen IPDN, Mahasiswa S3
Adpend UPI
|
|
Jurnal
|
Jurnal komunikasi bisnis
|
|
Tujuan penelitian
|
:
|
untuk meneliti sejauh mana sumbangan
efektivitas manajemen SIA (X1), budaya TIK (X2), ketersediaan fasilitas
TIK(X3), dan kualitas SDM SIA (X4) terhadap kinerja perguruan tinggi (Y).
|
|
|
|
|
|
Metode penelitian
|
:
|
deskriptif analitik, populasi
dalam penelitian ini melibatkan 22 perguruan tinggiyang ada di Kota Bandung yang mengadaptasikan TIK
dalam sistem administrasi akademiknya dan yang mengelola program strata-1
(S1)
|
|
Variabel
|
:
|
sumbangan efektivitas manajemen SIA (X1),
budaya TIK (X2), ketersediaan fasilitas TIK(X3), dan kualitas SDM SIA (X4)
terhadap kinerja perguruan tinggi (Y).
|
|
Metode pengumpulan data
|
:
|
angket yang telah teruji validitas dan
reliabilitasnya.
|
|
Alat analisis
|
:
|
data yang telah terkumpul dianalisa dengan
analisis deskriptif analitik, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan
analisis jalur atau path analysis.
|
|
Hasil penelitian
|
-
|
menurut manajemen lembaga,
semua variabel secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel Y sebesar 71,35%. Menurut dosen berpengaruh signifikan dengan
besarnya sumbangan sebesar 77,5%, dan menurut mahasiswa berpengaruh
signifikan sebesar 83,0%. Setelah dilakukan uji individual ternyata
variabel Ketersediaan Fasilitas TIK (X3) dan Kualitas SDM Sistem Informasi
Akademik (X4) yang berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Perguruan
Tinggi. Variabel efektivitas manajemen SIA (X1), dan Budaya TIK (X2), tidak berpengaruh
signifikan terhadap Kinerja Perguruan Tinggi (Y). Hal ini sejalan dengan Hal
ini sejalan dengan model kinerja dari Sutermeister (1976:45) yang menyatakan
bahwa produktivitas lembaga itu dipengaruhi oleh kinerja pegawai dan
teknologi. Unsur teknologi yang diwakili oleh variabel kelengkapan fasilitas
TIK.
|
|
Kelebihan
|
:
|
-
Memaparkan secara jelas dan lengkap
-
Penulisan jurnal ini teratur dan sesuai
dengan standar pembuatan
penulisan Jurnal.
-
Kata yang digunakan juga dalam jurnal ini
bersifat baku dan sesuai dengan Kamus EYD Bahasa Indonesia.
-
Menyertakan Daftar Pustaka yang lengkap.
-
Pengembangan sistem informasi akademik yang
efektif, budaya TIK, ketersediaan Fasilitas TIK,dan Kualitas SDM SIA
memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kinerja lembaga secara umum.
Efektivitas manajemen SIA, Budaya TIK,Ketersediaan Fasilitas TIK, dan
Kualitas SDM SIA secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Perguruan
Tinggi pada semua kategori penilaian
baik menurut manajemen lembaga, dosen dan mahasiswa. Kualitas SDM SIA memberikan kontribusi pengaruh
yang paling dominan dibandingkan variabel-variabel lainnya pada pengelolaan
SIA PT dalam mempengaruhi kinerja perguruan tinggi. Kontribusi tidak langsung
efektivitas manajemen SIA memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja lembaga melalui variabel
SDM SIA. Hal ini mengambarkan bahwa aspek manusia memegang. peranan penting
dalam implementasi SIA terutama dalam menentukan kinerja lembaga meliputi
jumlah orang yang menangani sistem, pendidikan dan pengalaman yang mereka
miliki terkait dengan bidang yang mereka selenggarakan. Jika dicermati
kontribusi tidak langsung SDM SIA melalui variabel efektivitas manajemen SIA
terhadap kinerja perguruan tinggi bisa dikaitkan dengan kepuasan pengguna.
Ketika para pekerja puas terhadap sistem informasi dan mengintegrasikan
sistem informasi ke rutinitas mereka, maka sistem informasi menjadi efektif. Kepuasaan mereka ini
ditentukan oleh dua hal yaitu mutu sistem informasi dan mutu informasi. Mutu
sistem informasi mengacu pada kemudahan penggunaannya. Jika pekerja atau
pegawai menganggap suatu sistem informasi mudah digunakan maka sistem
informasi tersebut bisa dikatakan bermutu tinggi. Mutu informasi, disisi lain mengukur
derajat informasi yang dihasilkan sistem informasi akurat dan dalam format
yang dikehendaki oleh pengguna. Kontribusi kualitas SDM SIA melalui variabel
budaya TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja. Kompetensi
pekerja yang tinggi memberikan keyakinan bahwa pemanfaatan sistem informasi
berbasis TIK akan memberikan banyak kemudahan dalam menghasilkan layanan yang
berkualitas. Hal ini tentu akan semakin mendorong para pegawai semakin
termotivasi untuk meningkatkan kinerja melalui integrasi sistem dalam
pelaksanaan tugas dan semakin memunculkan kreativitas dalam menghasilkan
layanan-layanan yang bermutu kepada pengguna.
|
|
Kekurangan
|
:
|
Sedangkan sampel dosen, setelah diuji
secara simultan ternyata faktor manajemen SIA, budaya TIK, ketersediaan
fasilitas, dan kualitas sumber daya manusia
tidak signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini bisa dijelaskan dari konteks
subjektif bahwa kehadiran sistem informasi akademik hanya berdampak pada
sistem pelayanan pada mahasiswa/dosen/atau stakeholder yang tidak terkait
dengan implementasi kurikulum dimana produk akhirnya adalah capaian atas serapan
materi/substansi kurikulum yang disampaikan dosen dalam bentuk
prestasi akademik. Variabel efektivitas manajemen SIA yang diukur melalui parameter
perencanaan organisasi SIA, Implementasi SIA, monitoring dan
evaluasi,kualitas informasi yang dihasilkan serta kualitas sistem memberikan
kontribusi pengaruh secara
langsung terhadap kinerja lembaga
dikategorikan rendah. Pengaruh tidak langsung melalui variabel budaya TIK
justru memberikan kontribusi yang negatif. Hal ini mencerminkan bahwa
efektivitas implementasi SIA berbasis TIK mensyaratkan bahwa semua orang telah
dalam kondisi siap dalam hal ketrampilannya, sikapnya, persepsinya serta
iklim kerjanya. Apabila hal tersebut belum dipenuhi maka hal ini dapat
memberikan kontribusi yang negatif bagi kinerja lembaga. Hal ini sejalan
dengan pendapat Jasperson dkk (2005) bahwa apabila implementasi TIK yang
dijalankan lembaga kurang memperhatikan aspek budaya yaitu budaya baru
orang-orang ataupun organisasi karena kehadiran TIK dalam lingkungan mereka
maka hal ini akan mengakibatkan inefektivitas dan inefisiensi implementasi
TIK pada berbagai aspek manajemen terjadi. Efektivitas SIA dalam menunjang
kinerja lembaga akan berkurang kontribusinya jika fasilitas sarana dan
infrastruktur TIK tidak dalam kondisi yang memadai. Keterbatasan fasilitas
dan infrastruktur TIK pada beberapa perguruan tinggi yang dikaji terutama
disebabkan karena keterbatasan anggaran dalam memenuhi perangkat perangkat
pendukung yang dipersyaratkan. Investasi TIK dalam proses manajemen SIA
membutuhkan biaya yang banyak meskipun investasi TIK telah menjadi trend di
setiap organisasi saat ini. Beberapa perguruan tinggi masih dalam tahap awal
dalam implementasi TIK ini.
|