Minggu, 19 Oktober 2014

Cinta Untuk Sesama Manusia, Alam Dan Tuhan




Cinta dapat diartikan sebagai  suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Cinta bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Kali ini saya akan membahas cinta kepada sesame,alam dan tuhan dalam kehidupan.
Menurut saya cinta kepada sesama manusia itu termasuk penting,seperti contohnya adalah kepada tetangga.Rasa cinta dapat ditunjukan dengan toleransi dalam perbedaan agama,kepedulian saat sesama terkena bencana/musibah,ikut membantu saat bergotong royong,sikap peduli pada masalah dan kesusahan orang lain, tetapi menurut saya yang terpenting dalam menunjukan rasa cinta  kepada sesama adalah dengan bersikap ramah,menjaga tutur kata dengan baik dan selalu menunjukan senyum yang ikhlas.
Cinta kepada alam dapat ditunjukan dengan beberapa cara. banyak diantara kita merasa bahwa cara untuk menunjukkannya akan sangat sulit, karena harus berbuat sesuatu yang ‘besar’ agar pengaruhnya semakin terasa. Namun, sebenarnya menunjukan rasa cinta pada alam dapat ditunjukan dengan cara-cara sederhana seperti  yang selama ini saya lakukan. Yang pertama adalah menanam pohon,dengan menanam pohon kita bisa dapat membantu pemerintah dalam menggalakan penghijauan lingkungan walaupun dalam skala kecil. Selanjutnya, dengan menggunakan tissue secukupnya karena dengan menghemat tissue kita juga dapat menghemat pohon yang ditebang sia-sia. Lebih baik tidak menggunakan plastic saat berbelanja karena plastik butuh 1.000 tahun untuk terurai, coba bayangkan bila anda sehari menggunakan 5 kantong plastic berarti membutuhkan 5.000 tahun untuk plastic itu terurai.Selanjutnya yang sangat mudah dilakuakan dan siapa saja bisa melakukannya adalah dengan tidak membuat sampah sembarang,mungkin kita dapat menyimpan terlebih dahulu sampah tersebut sampai kita menemukan tempat sampah.
Cinta kepada tuhan adalah hal yang terpenting dalam hidup ini. Biasanya cinta kepada tuhan saya tunjukan dengan selalu mengikuti perintaahnya dan menjauhin larangannya,percaya akan adanya Allah SWT,percaya akan rosul dan nabi, mengamalkan hadits-hadits Allah, mengamalkan isi-isi dalam Al-qur’an,solat 5 waktu, dll

Menurut agama saya ada beberapa bentuk cinta,yaitu:
1.       Mahabbahtullah (Mencintai Allah)
Mencintai Allah Ta’ala adalah ibadah wajib dan sebagai salah satu realisasi tauhid. Orang yang beriman akan mencintai Allah Ta’ala lebih dari segalanya. Cinta Allah Ta’ala merupakan dasar cinta dari segala bentuk mencinta yang dibenarkan dalam Islam.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 165:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangatmencintai Allah.”

Ibn Katsir rahimahullah menjelaskan maksud “Orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah”, beliau mengatakan bahwa karena kecintaan orang-orang beriman kepada Allah, kesempurnaan pengetahuan tentang Allah, pengagungan dan pentauhidan mereka kepada Allah, maka mereka tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apapun, bahkan mereka beribadah hanya kepada Allah semata, bertawakal kepada Allah dan kembali kepada Allah dalam segala urusan mereka.[2]

Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah berkata:
أَنَّ الْمُؤْمِنِينَ يُحِبُّونَ اللَّهَ أَكْثَرَ مِنْ مَحَبَّةِ الْمُشْرِكِينَ لِلَّهِ وَلِآلِهَتِهِمْ لِأَنَّ أُولَئِكَ أَشْرَكُوا فِي الْمَحَبَّةِ وَالْمُؤْمِنُونَ أَخْلَصُوهَا كُلَّهَا لِلَّهِ
Sesungguhnya orang-orang beriman, mereka mencintai Allah lebih dari kecintaan orang-orang musyrik terhadap Allah dan tuhan-tuhan mereka, hal itu dikarenakan mereka orang-orang musyrik melakukan kesyirikan dalam cinta (mahabbah), sedangkan orang-orang beriman mereka mengikhlaskan cinta tersebut hanya kepada Allah semata.[3]

Kejujuran mencintai Allah Ta’ala, tercermin dari tanda-tanda yang direalisasikan oleh seorang hamba, di antaranya yaitu: Mendahulukan perkara yang Allah cintai atas selainnya, itiba’ kepada Rasulallah, mencintai orang-orang yang mencintai Allah, membenci orang yang kufur kepada Allah dan berjihad di jalan Allah. Untuk menyelamatkan diri dari Neraka, tidak cukup hanya berbekal cinta, karena orang-orang musyrik, kaum Nasrani, kaum Yahudi dan Ahlu al-Bida’ seperti Tasawuf merekapun mencintai Allah juga. Tapi, kecintaan mereka adalah palsu karena tidak membuktikan dengan melakukan apa-apa yang dicintai Allah Ta’ala.

3.       Cinta untuk dan karena Allah Ta’ala
Dasar cinta untuk dan karena Allah Ta’ala adalah mahabatullah (mencintai Allah). Seseorang yang benar-benar mencintai Allah Ta’ala, dia akan mencintai seseorang atas dasar keimanan dan cintanya kepada Allah Ta’ala.
رَوَي اْلبُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang manjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka.” (HR. al-Bukhari No.16 dan Muslim No.163)
Hadits ini adalah hadits yang agung. Salah satu dasar dari dasar-dasar agama. Makna manisnya iman adalah menikmati ketaatan-ketaatan dan mampu menanggung beban dalam agama, serta mendahulukan itu semua dari materi dunia. Kecintaan seorang hamba karena Allah direalisasikan dengan menjalankan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan yang menyelisihinya begitupula kecintaan kepada rasul.[5]

Begitupula sebaliknya, orang yang mencintai Allah Ta’ala, tidak akan mencintai orang-orang yang memusuhi Allah. Para sahabat Nabi radhiallahu ‘anhum adalah tauladan terbaik dalam merealisasikan cinta yang benar. Meraka lebih mencintai sesama meraka sekalipun budak dibanding keluarganya yang masih dalam kekufuran. Begitu pula sahabat Anshar yang menolong, membantu dan memberikan segalanya untuk kaum Muhajirin sekalipun mereka dalam kondisi butuh terhadap apa yang mereka berikan kepada sahabat Muhajirin.
Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat al-Mujadilah ayat 22:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.”
رَوَي اْلبُخَارِيُّ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu, dari Nabishallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Tidak sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. al-Bukhari No.13 dan Muslim No.169)
Dalil di atas menjelaskan bahwa tidak mungkin seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir, serta mengamalkan apa-apa yang disyariatkan, kemudian mereka mencintai dan memberikan loyalitas kepada orang-orang yang memusuhi Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Akan tetapi, seseorang yang beriman kepada Allah, dia akan mencintai saudara seagama sebagaimana mencintai dirinya sendiri, maksudnya adalah: menginginkan kebaikan, menangkal keburukan, membela harga diri, menghormati, dan lain-lain.

            Kasih sayang yang saya berikan kepada orang tua/keluarga adalah dengan membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari,perhatian dan peduli saat mereka sakit dan kasih sayang yang selalu abadi untuk mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar