A.
Sejarah
LINUX
Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat
multiuser dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk
prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan
standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi
yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Berawaldari system
operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun
1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Nama Linux
sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan Software
lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu system operasi yang
lengkap.
Lingkungan
sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler,interpreter,
editor dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet,
SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal
(reliable), termasuk versi pengembangan terakhir.
Linux pada
awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds.
Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu
sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01
dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991,
Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat
menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan GCC (GNU C Compiler). Saat
ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk
jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari.
Linux sekarang
merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan
dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux
mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena
Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat
pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi
dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Karena
kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang
tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free
Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada
lingkungan Hewlett-Packard dan Sun.
Sekarang ini, banyak aplikasi Linux
yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word
processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan
seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia
versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal
sebagai Scilab. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut
Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux,
program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai
dengan tujuan pembuatan distro.
A.
Pencipta
dan Pengembangan Versi Linux
Secara
garis besar distro Linux sama yaitu menggunakan 'kernel' Linux, perbedaannya
hanya pada paket program, program instalasi, organisasi direktori dan berkas,
program aplikasi dan utilitas tambahan. Distro Linux berbeda untuk kebutuhan
yang berbeda, komentar ini bisa saja dipakai dimana kita akan cocok dengan
suatu distro jika distro tersebut memberikan apa yang kita butuhkan, contoh jika
kita ingin membuat server yang stabil dan customizable mungkin Slackware dan
Debian dapat menjadi pilihan, tapi terkadang banyak orang terbiasa dengan
distro pilihannya sendiri. Linux-Mandrake memiliki dukungan bahasa dan utilitas
yang banyak, distro ini dapat menjadi salah satu pilihan kita untuk desktop.
Sebagian besar distro-distro sekarang sudah mengetahui apa yang dibutuhkan
pengguna dan kondisi pasar, tinggal kita pintar memilih distro yang cocok dan
sesuai dengan kebutuhan kita.
1.
Linux-Mandrake
Linux-Mandrake
adalah salah satu distro turunan dari Red Hat Linux yang menyediakan banyak
pengembangan dan aplikasi 'pre-configured' dan didukung banyak bahasa di
seluruh dunia. Distro ini dikenal mudah untuk pemula dan cocok untuk kelas
desktop tapi tidak menutup kemungkinan untuk dijadikan platform pada server.
Optimasi untuk prosesor kelas Pentium ke atas membuat Linux-Mandrake dapat
berjalan dengan baik pada platform tersebut. Linux-Mandrake tersedia dalam GPL
dan PowerPack yang terdiri dari beberapa cd 6+ CD dan aplikasi komersial.
1.
Red Hat
Linux
Red
Hat adalah distro yang cukup populer di kalangan pengembang dan perusahaan
Linux. Dukungan-dukungan secara teknis, pelatihan, sertifikasi, aplikasi
pengembangan, dan bergabungnya para hacker kernel dan free-software seperti
Alan Cox, Michael Johnson, Stephen Tweedie menjadikan Red Hat berkembang cepat
dan digunakan pada perusahaan. Poin terbesar dari distro ini adalah Red Hat
Package Manager (RPM). RPM adalah sebuah perangkat lunak untuk memanajemen
paket-paket pada sistem Linux kita dan dianggap sebagai standar de-facto dalam
pemaketan pada distro-distro turunannya dan yang mendukung distro ini secara
luas.
2.
Slackware
Distronya
Patrick Volkerding yang terkenal pertama kali setelah SLS. Slackware dikenal
lebih dekat dengan gaya UNIX, sederhana, stabil, mudah dikustom, dan didesain
untuk komputer 386/486 atau lebih tinggi. Distro ini termasuk distro yang
cryptic dan manual sekali bagi pemula Linux, tapi dengan menggunakan distro ini
beberapa penggunanya dapat mengetahui banyak cara kerja sistem dan distro
tersebut. Debian adalah salah satu distro selain Slackware yang masuk dalam
kategori ini. Sebagian besar aktivitas konfigurasi di Slackware dilakukan
secara manual (tidak ada tool seperti Yast pada S.U.S.E ataupun Linuxconf pada
RedHat). Slackware merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux.
Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting
dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya)
adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil.
Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga
setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya
dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap
menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
3.
S.u.S.E.
S.u.S.E.
adalah distro yang populer di Jerman dan Eropa, terkenal akan dukungan driver
VGA-nya dan YasT. S.u.S.E tersedia secara komersial dan untuk versi GPL-nya
dapat diinstal melalui ftp di situs S.u.S.E. Instalasi berbasis menu grafis
dari CD-ROM, disket boot modular, 400-halaman buku referensi, dukungan teknis,
dukungan driver-driver terutama VGA dan tool administrasi sistem S.u.S.E.,
YaST, membuat beberapa pengguna memilih distro ini. S.u.S.E. juga terlibat
dalam pembuatan X server (video driver) untuk proyek XFree86 sehingga X server
distro ini mendukung kartu grafis baru. S.U.S.E. menggunakan dua sistem
pemaketan yaitu RPM (versi lama) dan SPM, S.U.S.E. Package Manager (versi
baru). S.u.S.E. distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup
Tools) untuk mengkonfigurasi sistem.
SuSE merupakan
distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
5.
Turbo
Linux
TurboLinux
menargetkan pada produk berbasis Linux dengan kinerja tinggi untuk pasar
workstation dan server terutama untuk penggunaan clustering dan orientasinya ke
perusahaan. Beberapa produk-produknya: TurboLinux Workstation untuk dekstopnya,
TurboLinux Server untuk backend server dengan kinerja tinggi terutama untuk
penggunaan bisnis di perusahaan, e-commerce dan transaksi B2B
(Business-to-Business). Salah satu produknya TurboCluster Server ditargetkan
untuk pembuatan server cluster yang berskala luas dan dapat digunakan 25
cluster node atau lebih.TurboCluster server ini pernah memenangkan poling Best
Web Solution dari editor Linux Journal. enFuzion, satu lagi produk yang
berbasis pada konsep sederhana dan powerful yang dinamakan 'parametric
execution'. enFuzion akan merubah jaringan komputer perusahaan menjadi super
komputer dengan kecepatan tinggi dan 'fault tolerant'. Pengguna produk dan
layanan TurboLinux terbanyak adalah perusahaan dan perorangan di Jepang dan
Asia.
6.
Trustix
Secure Linux
Trustix
Secure Linux adalah distribusi Linux dari Trustix yang berorientasi server
dengan menitikberatkan kepada masalah keamanan. Beberapa aplikasi dan layanan
penting yang disertakan oleh paket standar TSL adalah:
1. Ipsec VPN dengan FreeSWAN
2.
OpenSSH
3. OpenBSD FTP Server
4. Postfix Mail Server
5. POP3 and IMAP dengan dukungan SSL
(SPOP and SIMAP)
6.
Apache Web
Server yang mendukung WAP
7. Apache Web Server yang mendukung SSL
8. PHP Advance Scripting
9.
LDAP
10. GNU Privacy Guard (GPG)
TSL dapat
diperoleh secara gratis melalui situsnya atau pembelian melalui
eshop.trustix.no maupun melalui reseller terdekat ataupun bergabung dalam
proyek pembuatan Trustix Secure Linux di trustix.org.
7.
Trustix
Merdeka (TM)
Trustix
Merdeka merupakan distro Linux yang ditujukan untuk pengguna Indonesia dengan
mengambil basis dari Trustix Secure Linux. Distro ini merupakan distro Linux
Indonesia yang pertama kali dikembangkan di Indonesia sepanjang yang penulis
tahu. Keamanan standarnya diset untuk pengguna dekstop ataupun yang baru
mengenal Linux. Hampir tidak ada aplikasi server pada distro ini.
Beberapa menu,
artikel dan dokumentasinya berbahasa Indonesia yang dikembangkan oleh para
pengembang Trustix Merdeka dalam proyek penerjemahan i18n dan terbuka untuk
umum bagi yang ingin ambil bagian dalam proyek ini. Beberapa fitur penting
dalam Trustix Merdeka (versi 1.2-Raung):
1. XFree86-nya mendukung TTF dan kinerja
yang lebih cepat.
2. SWUP, SoftWare UPdater untuk update
paket secara aman via Internet.
3.
Dukungan
anti alias pada KDE.
4. Menu KDE berbahasa Indonesia. Status
translasi bisa dilihat di http://merdeka.trustix.co.id/kde.
5.
Aplikasi
multimedia, pengolah kata dan jaringan yang sudah dipilihkan oleh para
pengembang.
6. Tambahan aplikasi rpms dalam direktori
terpisah agar bisa diinstal sesuai keinginan. Utilitas manajemen paketnya
menggunakan rpm dan format paketnya .rpm. Men-download TM melalui situs resmi
download TM di http://www.trustix.co.id/pub/Trustix/merdeka atau situs-situs
mirror-nya.
8.
WinBi
Window
Berbahasa Indonesia, distro Linux berbahasa Indonesia berbasis Trustix Merdeka
hasil kerjasam BPPT dan universitas. Sistem instalasi, lingkungan desktop
grafis KDE, aplikasi e-mail, browser, jaringan, perkantoran, multimedia,
grafis, permainan, utilitas lain dan dokumentasi sebagian besar menggunakan
bahasa Indonesia.
9.
Rimbalinux
Rimbalinux
merupakan salah satu distro yang dibuat oleh sebagian anggota komunitas dan
pengembang Linux Indonesia berbasis pada distro Red Hat. Distro ini ditujukan
untuk mesin 486 dan Pentium. Sasarannya adalah pengguna Linux menengah,
akademisi, dan warnet. Mempunyai utilitas berbasis web yaitu rppm dan utilitas
lain yang masih dalam tahap pengembangan. Rimbalinux berisi window manager dan
aplikasi yang ringan serta dukungan ltsp. Sampai saat ini baru sampai pada
versi 1.0 (Leuser) dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut ke 1.1.
Jika pembaca berminat menjadi pengembang Rimbalinux silahkan bergabung ke milis
rimbalinux-devel@lists.sourceforge.net.
10. Knoppix
Knoppix
merupakan distro Linux live-cd yang dapat dijalankan melalui CD-ROM tanpa
menginstalnya di hard-disk. Aplikasinya sangat lengkap dan cocok untuk demo
atau belajar Linux bagi yang belum mempunyai ruang pada hard disknya, dapat
juga untuk CD rescue. Kelemahan dari knoppix adalah diperlukannya memori yang
besar untuk menggunakan modus grafisnya yaitu 96 MB walaupun bisa juga
dijalankan pada memori 64 MB dengan swap pada hard-disk. Distro ini berbasis
Debian GNU/Linux.
11. WinLinux
Distro
yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (Windows). Jadi untuk
menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan
suatu program aplikasi under Windows.
12. Debian
Distribusi
yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan
dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi
programnya.
13. Caldera Open Linux
Caldera
merupakan distribusi Linux yang dirancang untuk mempermudah pemakaian bagi
penggunanya. Caldera sendiri dirancang sebagai distribusi Linux yang
keseluruhannya grafis. Sejak mulai instalasi hingga setting hardware, semuanya
grafis. Yang mengagumkan adalah, pada saat instalasi akan disuguhi game tetris
untuk mengisi waktu, sembari menunggu transfer program. Selain itu Caldera
merupakan distribusi Linux pertama yang menggunakan auto-detect hardware
(seperti plug & play pada Mac).
14. Corel Linux
Corel
Linux merupakan salah satu sistem operasi berbasis Linux yang dibuat oleh salah
satu operasi berbasis Linux, yaitu Debian. Corel Linux, seperti distribusi
Linux yang lainnya, mendukung sistem operasi open source di bawah naungan GNU.
Corel Linux dapat langsung diinstall dengan atau tanpa sistem operasi yang
lain. Corel Linux juga bisa diinstal pada partisi dan file sistem Windows, yang
menjadikan Corel Linux seolah–olah merupakan program aplikasi Windows. Salah
satu hal yang sangat menarik dari Corel Linux adalah semuanya serba grafis.
Corel Linux memang dirancang bagi end-user. Jadi benar–benar sangat familiar,
terutama bagi yang terbiasa menggunakan Windows. Pada Corel Linux semua
tampilannya serba grafis. Dimulai pada saat prosedur instalasi hingga boot
sistem. Anda tidak akan menjumpai baris teks seperti distribusi Linux lainnya,
atau bahkan seperti pada Windows yang masih kelihatan baris teks. Pada Corel
Linux semuanya disederhanakan. Bahkan sampai pada setting jaringan pun lebih
mudah dari pada setting jaringan pada windows. Ada sedikit kekurangan dari
Corel Linux, terutama bagi pengguna Linux yang sudah mahir. Mereka akan
kebingungan menjumpai tampilan Linux yang serba grafis.
C.
Keistimewaan
LINUX
Selain
merupakan sistem operasi yang bisa didapatkan setiap orang secara gratis, Linux
juga mempunyai banyak keunggulan, antara lain:
1.
Open
Source
Linux
merupakan salah satu sistem open source, yang berarti memberi kesempatan kepada
penggunanya untuk melihat program asal, dan atau mengubahnya sesuai keperluan
tanpa terkena sanksi property right di bawah lisensi GNU.
2.
Freeware
Linux merupakan salah
satu sistem yang Freeware di bawah lisensi GNU, yang memungkinkan seorang
secara pribadi, beberapa orang, maupun instansi untuk memakai dan
menyebarkannya tanpa dituntut royalty oleh penciptanya. Hal ini sangat
menguntungkan masyarakat dalam arti sempit, pengguna komputer dan negara secara
luas. Selain menghemat devisa, juga akan semakin memperluas pengembangan sumber
daya manusia.
3.
Minimal
Hardware
Linux
tidak memerlukan hardware yang mahal. Minimal, hardware yang dibutuhkan adalah
Prosesor Intel 386 DX, dengan RAM minimal 8 MB, serta kapasitas harddisk
minimal 85 MB. Untuk keperluan khusus, Linux dapat dijalankan hanya dengan satu
atau dua disket saja, misalnya pada komputer harddisk less (tanpa harddisk) dan
router.
4.
Skalabilitas
Linux bisa
berjalan di mesin sekecil 3Com Palm Pilot dan Digital Itsy dan mesin sebesar
Beowulf Clusters (sekumpulan PC yang cepat dihubungkan untuk menyelesaikan
persoalan ilmiah/scientific). Linux juga mendukung multiple processors hingga
16 buah.
5.
Stabilitas
Oleh NASA,
Linux digunakan untuk percobaan tanaman, dengan menggunakan prosesor Intel 486
DC-2 dan memori 4 MB, yang diisyaratkan untuk terus hidup selama 4 hari
berturut–turut di luar angkasa, tanpa boleh sekalipun mengalami gangguan. Di
lingkungan kantor, Linux biasa digunakan sebagai server. Jika sudah
dikonfigurasi dengan benar untuk perangkat keras, pada umumnya Linux berjalan
tanpa perlu reboot (dihidupkan ulang) hingga perangkat kerasnya tidak berfungsi
lagi atau tidak ada tegangan listrik atau memang sengaja dimatikan (shutdown).
Umur hidup sistem yang berkelanjutkan hingga ratusan hari atau lebih merupakan
hal yang sudah biasa.
6.
Shared
Libraries
Linux
menggunakan penomoran versi Shared Libraries. Shared Libraries di Linux
mencantumkan versi pada nama file-nya, sehingga memungkin untuk menginstal
versi barunya tanpa merusak keterkaitan program lain. Sedangkan kebanyakan
aplikasi Windows menginstal versi–versi baru dari Dynamic Link Libraries (DLL),
yang pada umumnya mengakibatkan aplikasi lain yang meminta versi yang lain dari
DLL tersebut tidak berfungsi semestinya. Penomoran versi dari Shared Libraries
adalah satu hal yang mendasari stabilitas Linux.
7.
Non-Fragmentasi
Tanpa
defrag dalam MS Windows yang memudahkan bagi penggunanya untuk membuat,
mengedit dan menghapus file tanpa kwatir terjadi fragmentasi pada data atau
program yang ada. Karena Linux memakai sistem file ext2fs (Second Extended File
System) yang mempunyai keunggulan reduksi fragmentasi otomatis. Dengan memakai
ext2fs, kinerja baca tulis (akses) dari atau ke harddisk tetap terjaga.
8.
Kebal
Virus
Linux
kebal terhadap virus DOS/Windows. Ini merupakan hal terpenting jika
mempertimbangkan untuk mempergunakan Linux. Linux juga mewarisi tradisi Unix
dengan mendukung adanya file permissions (ijin file), yang dapat mencegah
perubahan atau penghapusan file tanpa ijin dari pemiliknya. Karena itu virus
pada dasarnya tidak dikenal di dunia Linux. Bahkan di Linux sendiri sampai saat
ini belum ditemukan virus yang benar–benar bisa merusak sistem operasi. Hal ini
di karenakan Linux adalah sistem operasi terbuka, sehingga rasa kebersamaan
yang di timbulkannya membuat Linux adalah milik setiap orang, bukan hanya milik
pembuat atau pengembangnya saja.
9.
Bugfix
Masalah
keamanan yang menyangkut sistem operasi itu sendiri biasanya diumumkan beberapa
jam saja setelah ditemukan, diikuti dengan bugfix, workaround, advisory, dan
sebagainya. Misalnya waktu ditemukan bug di hardware itu sendiri (processor
Pentium dengan bug F0 0F), workaround sudah tersedia untuk didownload beberapa
saat setelah diumumkan adanya bug tersebut.
10.
TCP/IP
Linux
memiliki native protocol TCP/IP sehingga semua yang memanfaatkan TCP/IP akan
dapat di lakukan lebih cepat dibanding sistem operasi lain non-UNIX sehingga
resource komputer yang di butuhkan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan
sistem operasi lain.
11.
File
System 32 Bit
Linux
mendukung secara penuh file sistem 32 bit, bahkan 64 bit (Ultra Sparc), yang
memungkinkan untuk dijadikan sebagai server, baik secara terpisah maupun secara
bersama– sama (Power Linux-Beowulf; ratusan CPU disusun secara bersama–sama
sehingga seolah–olah merupakan satu komputer/CPU/Server).
12.
Multi User
Di mana
lebih dari satu orang dapat menggunakan program yang sama atau berbeda dari
satu mesin yang sama, pada saat bersamaan, di terminal yang sama atau berbeda.
7.
Multiconsole
Dalam satu
komputer, pengguna dapat melakukan login dengan nama user yang sama atau
berbeda lebih dari satu kali, tanpa perlu menutup sesi sebelumnya. Multiconsole
tidak hanya di berlakukan untuk CLI (Command Line Interface/Interpreter-antarmuka
perintah baris), tetapi juga dapat diberlakukan untuk GUI (Graphical User
Interface/antarmuka berbasis grafis). Multiconsole dapat diberlakukan di Linux
karena Linux merupakan Non-Dedicated Server, tidak seperti Novell Netware versi
4 ke bawah yang Dedicated Server. Pada Non-Dedicated Server, user dapat bekerja
seperti halnya melalui klien menggunakan komputer server selagi server bekerja
melayani klien–klien yang ada.
8.
Multitasking
Yang
memungkinkan anda mengakses data, atau mengeksekusi suatu program secara
bersama–sama pada konsol yang berbeda tanpa takut terjadi stack atau hang pada
sistem operasi. Anda
bahkan bisa meng-copy, mengedit, menghapus satu file atau data secara bersamaan
pada saat data atau file tersebut dieksekusi/di-loading. Inilah kestabilan
sistem operasi yang ditunjukkan oleh Linux.
15.
Virtual
Memory
Pemanfaatan
memori secara maksimal. Virtual Memory membuat Linux mempunyai kemampuan untuk
menjalankan program–program yang lebih dari seharusnya jika hanya menggunakan
memori fisik saja. Sistem virtual memory di Linux melebihi penggunaan sederhana
dari swap space. Program–program yang dijalankan lebih dari sekali akan
dimasukkan sekali ke memori, dan sistem virtual memory akan digunakan untuk
menggabungkan satu program image (text area) dengan banyak data images. Hal ini
berakibat penggunaan memori yang optimal, namun tetap memproteksi ruang memori
dari masing– masing program, mencegah program saling mengotori ruang memori
program lain.
16.
Login User
Linux
memiliki login user atau operator yang tidak terbatas jumlahnya sehingga
memungkinkan pemakaian hingga 254 klien secara bersamaan dan dilengkapi dengan
password.
17.
Akses
Sistem File
Linux mendukung 34 macam akses sistem file yang
berbeda, antara lain FAT16 untuk MS-DOS, 32/VFAT untuk MS Windows, NTFS untuk
mengakses Windows NT, HPFS, MINIX, UFS, SCO, XENIX untuk mengakses sistem
operasi berbasis UNIX, Apletalk untuk mengakses Apple, Marsnwe untuk mengakses
Novel Netware, dan lain–lain.
Sumber
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar